Sosialisasi Masif Akan Dilakukan Pemkab Sintang Selama Transisi Menuju New Normal

SINTANG, BK – Bupati Sintang, Jarot Winarno menjelaskan, bahwa dimasa transisi menuju New Normal yang diberikan waktu selama sebulan ini, maka akan terus dilakukan sosialisasi secara massif terkait Perbup Sintang tentang pedoman tatanan normal baru.

“Tentunya melalui surat edaran, sehingga semua sektor kehidupan dimasa transisi selama satu bulan ini agar menerapkan protokol kesehatan,” ujar Jarot, Sabtu (4/7/2020).

Kemudian kata Jarot akan direflikasikan semua sektor secara pelan-pelan mengikuti sampai nanti pada tanggal 5 Agustus dilakukan evaluasi semuanya sudah siap, sehingga pada 6 agustus new normal sudah full diterapkan, di mana semuanya kembali produktif dengan sehat dan aman di tengah ancaman corona.

“Kita lakukan yang paling utama adalah sosialisasi yang massif luar biasa, melibatkan media, melibatkan video yang kemarin menang ni ikut lomba, kemudian membentuk brands marking. Contoh warkop tu kayak gini, restoran tu kayak gini, karoke kayak ini, transportasi publik kayak gini missal beli tiket online, pasar tradisonal seperti ini, perkantoran seperti di DPMPTSP dan Setda, kita bikin contoh,” jelasnya.

Pada fase transisi ini, ujar Jarot, penegakan peraturan tetap dilaksanakan, tetapi sifatnya pembinaan, sesudah nanti new normal akan diberlakukan mulai 6 Agustus itu tentu ada sanksi. Kalau new normal nanti udah dikasi tau berkali-kali masih juga tidak diterapkan, apa boleh buatlah, sanksi kepada masyarakat akan dilakukan.

“Kalau dia nda pakai masker jangan dikasi masuk restoran, warkop, tempat hiburan karoke, diskotik. Dan untuk tempatnya baik warkop, resto, tempat karoke, dikostik, atau tempat hiburan lain, nda ngatur sesuai dengan protokol kita kasi peringatan satu, dua hingga tiga lalu izinkan kita cabut,” tegasnya.

Kemudian dijelaskannya, dimasa transisi ini, warkop, restoran itu batas waktu operasinya sampai pukul 23.00 WIB dan tetap dengan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci tangan.

“Karena diakan pasti bukanya dari pagi, sampai pukul 11 malam cukuplah, Sementara tempat hiburan seperti tempat karoke, bar, diskotik itu boleh buka sampai pukul 24.00 WIB. dia bukan biasanya malam atau sore ya, tapi semuanya harus menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara tempat wisata, ruang publik, sarana olahraga dipersilakan di buka, namun semuanya harus menerapkan protokol kesehatan. Kalau yang indoor silakan bukan, tapi tetap protokol kesehatan dijaga  dan menghitung kapasitas daya tampung gedungnya.

“Harus 50% supaya dimungkinkan jaga jarak, yang outdoor silakan aja asal jaga jarak, masa jogging nempel-nempel kan nda ya, pertandingan bola boleh tapi selebrasi goalnya nda usah peluk-pelukan,” tutur Jarot.

Sementara tempat sarana ibadah di perbolehkan melaksanakan peribadatan, karen sudah dibuat edarannya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, siapkan tempat cuci tangan, masker dan jaga jarak.

“Kalau yang muslim waktu jumatan bila perlu di luarnya itu tetap jaga jarak, kalau perlu di tambah tenda, buat yang agama katolik, Kristen, misa dan ibadahnya itu bisa diatur jadwalnya lebih dari satu kali,” terang Jarot.

Lanjut Jarot, untuk kegiatan sosial, seperti perkawinan, kumpul-kumpul kegiatan keagamaan, konser musik, boleh dilakukan tapi menggunakan protokol kesehatan dan menghitung daya tampung tempatnya. Lalu yang sangat penting kata Jarot proses mengingat kegiatan belajar mengajar yang akan di mulai 13 juli ini juga harus di atur. Untuk itulah Jarot sudah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang untuk membuat video contoh new normal Sekolah Dasar dan SMP sehingga bisa di contoh oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Sintang lainnya, terutama di wilayah perkotaan.

“Harus ada percontohan proses belajar mengajar, tatap muka  minimal di satu SD dan SMP percontohan supaya bisa di contoh oleh sekolah yang lain, tapi tetap melaksanakan protokol kesehatan, kemudian melihat daya tampung karena bangkunya harus satu orang satu gak boleh dua lagi, kalaulah mungkin di bagi dua shiff silakan, tapi kalau mau mulainya dengan proses belajar tatap muka itu satu minggu hanya tiga kali secara bergilir silakan saja,” pungkasnya. (*)

__Posted on
07/08/2020
__Categories
SINTANG