Harga Kulat Merangkak Naik, Petani Mulai Bergairan

Sintang, BK– Harga getah karet atau biasa disebut kulat mulai merangkak naik. Ditingkat petani harganya mencapai 8 ribu hingga 9 ribu rupiah perkilo gramnya.

Sebelumnya harga kulat ditingkat petani hanya di hargai 6 sampai 7 ribu perkilogramnya.

Yanto (28) Warga Bonet Lama Kecamatan Sungai tebelian mengaku bangga dengan naiknya harga kulat ditingkat petani dalam dua minggu terakhir.

“Sekarang harganya sudah mencapai 8 ribu mas. Sebelumnya hanya 6 ribu,” kata yanto ketika ditemui media ini, Rabu (11/12/2019) disalah satu kebun miliknya.

Pria yang mengaku punya 5 bidang lahan karet berharap harga kulat ditingkat petani terus merangkak naik hingga mencapai 20 ribu seperti tahun tahun sebelumnya. “Kalau harganya terus naik petaninya juga akan semakin sejahtera,” imbuhnya.

Yanto mengaku 70 persen warga di Desa Bonet lama bekerja sebagai Petani karet. Hampir semua kepala keluarga memiliki kebun karet. Hanya saja selama ini karet yang mereka miliki belum keseluruha ya di toreh lantaran harga masih sangat rendah.

Hal sama juga diungkapkan Lidya (25) Warga kecamatan Binjai. Ia berharag harga karet terus merangkak naik. “Harga karet naik, Petani akan sejahtera” kata Lidya

__Posted on
12/11/2019
__Categories
SINTANG