Ketua DPRD Sintang Apresiasi Penambahan Satu Lokal SDN 8 Kelas Jauh oleh Masyarakat

Sintang, BK – Sekolah Dasan Negeri (SDN) 08 Kelas Jauh yang berada di Desa Mandiri Jaya, Dusun Sungai Mayam, Kecamatan Kelam Permai, kini sudah memiliki dua lokal, yang sebelumnya hanya satu lokal. Satu lokal baru yang didapat ini dari swadaya gotong-royong masyarakat setempat.

Hal ini pula mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny. Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan masyarkat Desa Mandiri Jaya ini sangat bagus dan bermanfaat sekali.

“Ini merupakan inisiatif kepala sekolah dan masyarakat setempat untuk swadaya bergotong-royong menambah satu lokal di SDN kelas jauh ini. Tentu kita dari DPRD memberikan apresiasi,” ujar Ronny, kemarin.

Penambahan satu lokal ini, kata Ronny menyambung bangunan yang dulunya sudah ada dianggarkan melalaui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015. Ditambahnya satu lokal ini, maka akan jadi dua lokal.

“Ini bentuk perhatiaan kita, hadir saat peresmian pembangunan gedung swadaya masyarakat tersebut, pada 3 November 2019 lalu. Hadir juga sekretaris dan anggota komisi C DPRD Sintang, Dinas Pendidikan dan perwakilan dari Pak Bupati Sintang,” ujarnya.

Legislator Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini juga mengatakan, tahun depan diusahakan akan dialokasikan anggaran untuk pembangunan gedung baru, minimal satu lokal.

“Mudahan tahun depan kita mampu mengalokasikan minimal satu lokal untuk di sana,” katanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa alasan masyarakat swadaya gotong-royong membangun lokal SDN Kelas Jauh ini, karena letak geografis desa di sana dengan sekolah umum berbatasan dengan Sungai Kapuas.

“Maka dari itu mereka menambah lokal, karena khawatir kalau anaknya pergi sekolah menyeberang sungai, mengigat muridnya juga sudah ramai, capai 50 lebih,” terangnya.

Politisi muda ini juga menjelaskan, bahwa dulu waktu pertama kali dibangun dari dana DAK 2015, pada dasarnya juga alasannya sama, yakni untuk menghindari anak-anak tidak menyemberang sungai kapuas.

“Dulunya untuk anak kelas 1 dan 2, agar mereka tak menyeberang, demi keselamatan mereka. Tapi saking berkembangnyan, sekarang sudah mencapau 50 lebih siswa dari kelas satu hingga enam di SD Kelas Jauh ini” pungkasnya. (say)

__Posted on
11/08/2019
__Categories
BERITA TERKINI, SINTANG