Pembahasan Raperda Pemindahan Ibukota Kecamatan Diyakini Akan Berlangsung Alot

Sintang, BK – Dari sembilan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Daerah (Pemda) Sintang, Raperda tentang Pemindahan Ibukota Kecamatan Kayan Hilir dan Kecamatan Kayan Hulu diyakini akan alot pembahasannya.

Hal tersebut dikatakan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Sintang, Tuah Mangasih. Mengapat alot, dijelaskan Tuah karena saat melakukan pertemuan dengan pemerintah pada Senin (4/11/2019) siang, meraka hanya menyampaikan penjelasannya secara umum dan alasan yang disampaikan juga baru sekilas.

“Maka dari itu, alasan secara teknis itulah yang harus mereka sampaikan dalam rapat kerja Pansus nantinya,” ujar Tuah ditemui usai rapat bersama SKPD pengagas Raperda di Kantor DPRD Sintang, Senin (4/11/2019) sore.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mengatakan, alasan teknis yang dimaksud bisa saja terkait kajian akademis sehingga alasan pindah ibukota kecamatan.

“Kenapa harus pindah, itukan bisa jadi pemborosan dana APBD, kan seperti itu. Kalau dalam rapat kerja Pansus tidak bisa dijelaskan. Maka tidak menutup kemungkinan Raperda itu ditolak,” tegasnya.

“Makanya nanti akan kita kupas habis dalam Panitia Khusus (Pansus), karena kita belum tahu persis apa alasan mengusulkan pemindahan ibukota kecamatan ini,” ujar Tuah.

Dengan kondisi APBD sekarang ini, menurutnya pindah ibukota tidak ideal, apalagi dana APBD Sintang sudah tersedot untuk Pilkada, Pilkades serta rencana pemekaran kecamatan maupun hal lainnya.

“Jika nanti pembahasan Raperda itu alot, bisa saja dibagi dua, karena ada beberapa Raperda yang pembahasanya ringan, karena terkait perubahan aturan saja. Raperda itu mungkin dibahas sebelum pembahasan APBD 2020, tanggal 14 November 2019 harus sudah selesai,” terangnya.

Namun menurut Tuah, untuk Raperda yang perlu kajian matang, mungkin akan dibahas setelah ketuk palu APBD 2020. Hal itu dikarenakan, ketuk palu harus dilakukan paling lambat 29 November 2019.

“Raperda yang alot tersebut bisa dibahas setelah itu. Karena Desember masih ada waktu. Hanya saja harus ada kejelasan dulu, apakah ditunda atau,” tutupnya. (dil)

__Posted on
11/04/2019
__Categories
BERITA TERKINI, SINTANG