Jangan Rusak Peninggalan Sejarah Pejuang Indonesia

Sintang, BK – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Jeffray Edward mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa, patut menghargai apa yang telah diperbuat leluhur kita dahulu untuk bangsa Indonesia ini.

“Kita harus menghargai sejarah, menghargai bangsa ini. Lelulur kita dulu berjuang untuk bangsa Indonesia yang kita cintai ini, sehingga hasilnya kita yang merasakan sekarang,” ujar Jefrray saat ditemui di Kantor DPRD setempat, kemarin.

Maka dari itu, Jeffray sangat menyayankan perbuatan pemuda asal Desa Wajik Hilir, Kabupaten Mempawah, yang telah merubah Pancasila menjadi Pancagila.

“Pancasila itu dibuat bukan duduk dari warung kopi ke waroung kopi. Tapi prosesnya panjang dalam sejarah kita, bagaimana itu disepakati oleh pejuang-pejuang kita dulu dengan pengorbanan yang besar,” ujar Jeffray.

Oleh karena itu, kata Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, sebagai generasi penerus bangsa, patutlah menghargai dan menjaga apa yang telah diperjuangan oleh leluhur.

“Khususnya yang muda-muda ini, haruslah menghargai itu. Jangan merubah-rubah peninggalan sejarah leluhur kita, baik itu untuk candaan atau pun lainnya,” tegasnya.

Karena kata Politisi muda ini, dalam Undang-Undang sudah jelas, bahwa perbuatan seperti itu dapat melanggar aturan yang sudah ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Harapan saya untuk yang para pemuda-pemuda ini, khusunya dari Kabupaten Sintang, berbuatlah yang baik untuk negara ini. Jangan malah sebaliknya, perbuatan yang dapat merusak. Karena selain dapat merugikan orang lain, tentu juga merugikan diri kita sendiri,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa Polda Kalimantan Barat menangkap seorang pemuda berinisial GP (24). Pada Rabu (2/10/2019). Warga Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah ini diduga melakukan penghinaan terhadap lambang negara, karena mengubah nama Pancasila menjadi Pancagila.

Pengungkapan kasus itu, bermula dari patroli media sosial yang dilakukan oleh Subdirektorat 5/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar. (say)

__Posted on
10/09/2019
__Categories
BERITA TERKINI