Gempa 3,1 SR, Jarot Minta Warga Tenang

Sintang, BK- Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 SR yang terjadi di kawasan Bukit Kelam dibenarkan Bupati Sintang, Jarot Winarno. Diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan BMKG Sintang, jadi memang tadi pagi terjadi gempa,” ungkap Bupati Jarot, Rabu (27/3/2019).

Apabila terjadi gempa susulan, langkah utama disarankan adalah menyelamatkan diri. “Kalau terjadi gempa susulan langkah  menyelamtkan diri juga diutamakan. Terutama segera keluar dari rumah,” katanya.

Kendati demikian, orang nomor satu di Bumi Senentang itu meyakini tidak seluruhnya bangunan penduduk mudah roboh.Karena sebagian besar bangunan milik masyarakat kokoh dan tidak mudah roboh karena Gempa berkekuatan kecil.

“Alhamdulillah penduduk kita di kelam dan sekitarnya tidak seluruhnya bangunan yang mudah roboh. Intinya kita imbau masyarakat tetap tenang, karena kami tetap monitor terus perkembangannya,” katanya. 

Adi salah seorang warga kelam permai ketika ditemui media ini mengaku sangat terkejut dengan gempa yang terjadi pada dini hari. “Saya sangat terkejut” kata Adi.

Adi mengaku baru pertama kalinya mendapi gempa di Kalimantan Barat. “Saya sudah hidup 20 tahun baru ini merasakan gempa,” imbuh Adi.

Meski tidak menimbulkan kerugian material, Namun gempa yang tejadi cukup mengejutkan warga. “Banyak warga yang merasakan bng. Anak saya aja sampai bertanya,” tukasnya.

Hal sama diungkapkan Toiman, Pria yang mengaku tinggal di kawasan wisata kelam juga menuturkan hal yang sama. “Sempat Panik juga. Takut ada gempa besar seperti di Jawa,” tuturnya.

Sebagai warga Pendatang Toiman mengaku troma dengan kejadian Gempa, Pasalnya, ia mengaku kerapa mengalami kejadian serupa ketika berada di tanah kelahiranya.

“Saya Asli orang jawa. Saya sudah dua tahun tinggal di Kalimantan,” imbuh Toiman.

Toiman berharap pihak terkait untuk dapat menginformasikan jika terjadi hal hal yang mencurigakan.”Kami berharap BMKG menginformasikan kepada masyarakat jika ada tanda tanda ada gempa susulan,”pintanya.

Ia mencontohkan di tanah kelahiranya di Jawa,Ketika akan terjadi guurng meletu atau gempa, ada informasi dari BMKG atau BPBD setempat. “Kalau ada informasi cepat kita melakukan evakuasi mandiri. Karena jika tidak bisa menimbulkan korban jiwa,” tukasnya.

Sementara, Sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,1 SR, terjadi di kawasan Bukit Kelam, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Berdasarkan data BMKG, Rabu (27/3/2019) sekitar pukul 05.40 WIB wilayah Kabupaten Sintang dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik. Gempa bumi itupun berkekuatan magnitudo 3,1 SR tepatnya di titik koordinat 0.08 LU dan 111.92 BT, atau tepatnya berlokasi di darat 48.63 km Timurlaut Sintang-KALBAR pada kedalaman 5 km, dan atau di kawasan Bukit Kelam Sintang.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diakibatkan aktivitas sesar lokal,” kata Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Mudjianto yang dirilis di group WhatspApp BMKG Kalbar.

Dampak gempa bumi yang dirasakan, kata Mudjianto, tidak banyak. Hanya beberapa orang saja yang merasakannya. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Kendati demikian, Mudjianto mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Barat (Kalbar), khususnya Kabupaten Sintang agar tetap tenang dan tidak panik. Pasalnya hasil monitoring BMKG belum menunjukan adanya aktivitas gempa bumi susulan (Aftershock).

“Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya. (Dedek)

__Posted on
03/28/2019
__Categories
BERITA TERKINI, SINTANG