Soal PKR, Tunggu Rencana Gubernur Menghadap Presiden!

Lima kabupaten yang masuk dalam wacana pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR) dipastikan telah menandatangani surat pernyataan untuk terwujudnya PKR.

“Lima kabupaten telah diakomodir. Kami seluruh Bupati dan Ketua DPRD telah menandatangani surat pernyataan untuk terwujudnya PKR,” ungkap Bupati Sintang, Jarot Winarno pada malam ramah tamah bersama Wagub Kalbar, Senin (25/3/2019) malam.

Yang belum dilakukan adalah, rencana Gubernur Kalbar membawa lima Bupati dan Ketua DPRD menghadap Presiden RI. “Tinggal kami tunggu rencana pak gubernur membawa kami menghadap presiden terkait PKR,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sintang, Jaffray Edward mengatakan bahwa PKR merupakan harapan yang sudah lama dinanti-nantikan masyarakat timur Kalbar. Selain mendesak, PKR juga diyakini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Jika pemekaran provinsi terwujud, maka sistem pemerintahan akan merata dan pembangunan dapat dirasakan di seluruh kawasan hingga pedalaman Kalbar,” katanya.

Diakuinya, memang tidak mudah mewujudkan pemekaran provinsi. Tetapi dengan koordinasi pemerintah serta pihak terkait yang intens, PKR pasti terwujud.

Dia juga mengajak semua stakeholder terkait untuk bersama-sama mendorong proses pemekaran  Provinsi Kapuas Raya. “Seluruh pemimpin dan stakeholder yang ada di Kalbar. Mulai kabupaten yang mau memekarkan diri, pemerintah, legislatif serta DPR maupun pemerintah pusat mesti duduk bersama bagaimana Kalbar yang luas ini segera kita mekarkan,” tutupnya.

Pemekaran Provinsi Kapuas Raya dipastikan terbentuk di tahun ke-3 masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar periode 2018-2023.

Ihwal tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan dalam kegiatan ramah tamah Wagub Kalbar bersama Bupati Sintang, OPD Pemerintah Kabupaten Sintang, Tokoh Masyarakat, Agama, Budaya, Adat, dan lain-lainya, Senin (25/3/2019) malam.

“Kantor Gubernur dan DPRD sudah disiapkan. Di tahun ke 3 pemerintahan, kami sudah bisa mewujudkan pemekaran Provinsi Kapuas Raya,” katanya.

Dengan dimekarkannya Provinsi Kapua Raya, maka akan mendongkrak perekonomian masyarakat bagian timur Kalbar. Setakat ini, ungkap Ria Norsan, Kalbar menjadi incaran para investor luar maupun dalam untuk menanamkan modalnya.

Kenapa Kalbar menjadi incaran investor?. Kalbar, kata Ria Norsan, saat ini memiliki pelabuhan skala internasional yakni pelabuhan kijing. Pembangunanya saat ini sedang berlangsung. Dipastikan beroperasional tahap pertamanya di akhir tahun 2020 mendatang.

“Pelabuhan kijing menjadi salah satu daya tariknya Kalbar bagi para investor luar maupun dalam. Apabila jadi pelabuhan ini, maka akan dapat mendongkrak perekonomian Kalbar,” ungkapnya.

Sementara sejumlah warga di wilayah timur Kalimantan Barat mengaharapkan Pemerintah saat ini mengakomodir kepentingan masyarakat Kalbar khususunya di wilayah timur.

“Bentuk perhatianyaa, salah satunya ya dibentukanya provinsi baru di wilayah timur Kalimantan Barat,” kata Andre.

Andre mengaku rencana pembentukan provinsi baru di wilayah timur Kalbar sudah direncanakan sejak belasan tahun yang lalu. Hanya saja sampai hari ini belum ada realisasi dari pemerintah.” Kami sampai hari ini berharap Di bawah kepemimpinan Gubernur kalbar yang baru dapat membawa perubahan, khususnya di wilayah timur Kalimantan Barat,” tukasnya.(dedek)

__Posted on
03/27/2019
__Categories
BERITA TERKINI, SINTANG