Produksi Uang Palsu, Sigit dan Agus Ditangkap Polisi

Sintang, BK– Kepolisian Resor Sintang berhasil menangkap dua orang pembuat dan pengedar uang palsu (Upal), Kamis (20/4)  Dua orang tersebut masing-masing Sigit dan Agus.

“Ya kami sudah mengamankan dua orang pembuat uang palsu,”kata Kapolres Sintang, AKBP Suharjimantoro melalui Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Eko Mardianto, Kamis (20/4).

Pengungkapan terhadap kedua tersangka ini pun berdasarkan laporan polisi nomor :LP/66/IV/2017/Kalbar/Res. Sintang Tanggal 18 April 2017.

Mardianto menceritakan Kedua pelaku, Senin (17/4) sekitar pukul 12.30 WIB, mendatangi warung milik korban di Dusun Idai Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu dengan sengaja berbelanja.  

Kemudian, di warung tersebut kedua tersangka  berbelanja beberapa barang dengan menggunakan Uang Palsu (Upal) sebanyak lima lembar dengan pecahan Rp.100.000,-.

“awalnya Mereka berbelanja di warung milik korban dengan uang palsu. Korban saat itu tidak menyadari jika uang yang dipergunakan kedua tersangka adalah uang palsu,” jelas Kasat.

Namun, setelah mengetahui uang yang digunakan kedua tersangka tersebut adalah uang palsu, korban langsung melaporkan hal tersebut kepada  pihak kepolisian (Polsek  Ketungau Hulu). Mendapat laporan itu, pihak kepolisian mengambil langkah – langkah pengejaran terhadap pelaku.

Walhasil, pada selasa (18/4) polisi berhasil meringkus dua orang masing-masing, Sigit dan Agus, keduanya ditangkap di Desa Engkeruh Kecamatan Ketungau Hulu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas. Kedua tersangka mengaku memalsukan uang dengan cara memfotokopi menggunakan Printer Type E410. Kemudian, keduanya mencoba berbelanja dengan menggunakan uang yang berhasil di palsukan itu kepada korbannya.

“Pengakuan mereka hanya memfotocopy. Kemudian, dibelanjakan di warung milik korban,” jelas Kasat.

Dari tangan tersangk pihak kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa,  satu unit Printer Merk CANON Type E410, 30 lembar pecahan uang Rp 100.000,- palsu dan  4 lembar pecahan uang Rp.50.000,- palsu.  “Uang yang kita amankan keseluruhan RP. 3.200.000,-,” katanya.

Eko menegaskan, kedua tersangka dijerat pasal 26 ayat (1) (3) Jo pasal 36 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Polisi kata Eko akan terus mengembangkan kasus ini, ia khawatir masih ada pelaku pembuat uang palsu di kabupaten Sintang yang melakukan aksinya. ” Kedua tersangka masih diamankan di Polsek Ketungau Hulu,” tukasnya.(ono)

 

__Posted on
04/20/2017