Pekerja Perkebunan dihimbau Urus Surat Pindah

Sintang, BK– Investor perkebunan kelapa sawit tidak sedikit mempekerjakan tenaga kerja dari luar Sintang. Pekerja yang didatangkan diharapkan mematuhi ketentuan administrasi kependudukan.

 

“Kita imbau surat pindah,” kata kepala dinas kependudukan dan catatan sipil Sintang Syarif Muhammad Taufik, belum lama ini.


Menurut Taufik imbauan ditujukan kepada pekerja yang bertahun-tahun bekerja di perkebunan kelapa sawit yang berinvestasi di Sintang. Kendati baru bekerja sekalipun diharapkan bisa mengurus surat pindah sebelum datang ke Sintang. “Mengurus surat pindah tidak sulit. Jika kembali ke daerah asal, surat pindahnya juga tetap kita berikan,” kata Taufik. 

Taufik berharap pihak investor bisa bekerjasama dengan pemkab Sintang. Dimana pekerja yang didatangkan, maupun pekerja yang sudah bekerja, disertai dengan surat pindah, jika bukan berasal dari Sintang. Penyertaan surat pindah, menurut Taufik, tidak ada tujuan lain, kecuali menjamin ketertiban administrasi kependudukan. 


Menurut Taufik sebagian pekerja di perusahaan perkebunan cukup antusias mengurus surat pindah. Tetapi diyakini belum semua mengurus. Pasalnya di Sintang jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit cukup banyak beroperasi. Menyebar di banyak kecamatan, sesuai izin yang diberikan pemerintah. 

Taufik menambahkan selain buat ketertiban administrasi kependudukan, pekerja juga menjadi bisa terdata, jika melengkapi dokumen surat pindah. Apalagi, lanjutnya, kini sudah E-KTP. Sistim pendataannya terpusat. Tiap surat pindah yang diajukan, tidak mengubah nomor induk kependudukan. Kecuali sebatas alamat. 

Ia turut berharap bukan hanya pekerja perkebunan yang mengurus surat pindah jika bekerja di Sintang. Sektor swasta lain, maupun pegawai negeri diharapkan juga demikian. Termasuk bila ada warga Sintang membawa anggota keluarga dari luar daerah, dan menetap di Sintang, agar diurus dokumen kependudukannya. 


Berdasar data Dukcapil dalam setahun jumlah pengajuan pindah untuk menetap di Sintang cukup tinggi angkanya. Tercatat sebanyak 2200 jiwa. Sementara pengajuan pindah keluar Sintang tidak sebanyak untuk keperluan menetap. Hanya 1800 jiwa jumlahnya. (ono)

__Posted on
01/10/2017